Abstract :
Hasil data pada penelitian yang dilakukan oleh kegiatan pengabdian masyarakat
Temu Karya Ilmiah Mahasiswa Arsitektur Indonesia Pada Tahun 2017
memaparkan bahwa Kampung Kota Jakarta memiliki potensi yang dapat
dikembangkan secara mandiri oleh masyarakat pada setiap kampung kotanya.
Menurut penelitian tersebut menyebutkan bahwa, di kota Jakarta Utara sendiri
mempunyai 12 kampung kota yang berpotensi memiliki ruang interaksi. Ruang
interaksi ini menjadi elemen penting bagi kehidupan masyarakat dan berpotensi
sebagai aspek yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan kawasan kota.
Selain itu ruang interaksi dengan komunitas masyarakat yang ada di dalamnya
dapat membangkitkan rasa solidaritas masyarakat dan meningkatkan
produktivitas ekonomi pada tiap kampung kota tersebut. Berdasarkan Keputusan
Gubernur DKI No 878/2018 tentang Gugus Tugas Pelaksanaan Penataan
Kampung dan Masyarakat menyatakan bahwa terdapat kampung yang akan
direvitalisasi pertama di Jakarta yaitu Kampung Akuarium. Dalam hasil studi
literatur ditemukan pula bahwa Kampung Akuarium yang berlokasi di Jakarta Utara
merupakan kawasan yang berpeluang menjadi kampung percontohan dilihat dari
aspek pengembangan desain partisipatif yang digarap oleh masyarakat dan
dibantu oleh pendamping. Kendati demikian tidak banyak kampung yang memiliki
pendampingan untuk perkembangan kawasan yang baik layaknya Kampung
Akuarium. Melalui keberadaan ruang interaksi yang terdapat di kampung akuarium
menjadi suatu dasar analisis dalam pembentukan karakter yang terdapat di
Kampung Akuarium. Diharapkan dengan adanya tipologi kampung percontohan
tersebut dapat membuka peluang karakter baru yang beragam di kawasan
kampung sekitar. Metode dalam penelitian ini ialah kualitatif dengan teknik
pengambilan data kualitatif deskriptif dengan tujuan untuk mengetahui konsep
ruang interaksi masyarakat Kampung kota dalam pengembalian citra kampung
kota.