Abstract :
Pemerintah tengah bekerja keras melakukan penataan terhadap Aparatur
Sipil Negara (ASN). Banyak kebijakan yang dikeluarkan guna mendisiplinkan para
Pekerja Negeri Sipil (PNS). Kepuasan kerja adalah perasaan negatif dan positif
dari persepsi karyawan terhadap pekerjaan yang dihadapinya, yaitu suatu
perasaan untuk berprestasi dan meraih kesuksesan di dalam pekerjaan,
kepuasan kerja yang tinggi mengimplikasikan bahwa karyawan merasa senang
dan nyaman dengan kondisi lingkungan organisasi serta mendapat penghargaan
dari jerih payah hasil kerjanya. Two factor theory digunakan dalam penelitian ini
untuk mengukur kepuasan kerja karyawan. Two factor theory terdiri dari motivator
factor dan hygiene factor. Metodologi kuantitatif adalah penelitian yang
mengkuantifikasi fenomena, situasi, masalah, atau isu menggunakan perhitungan
statistik. Metode statistik dapat diartikan sebagai metode ilmiah yang digunakan
untuk mengumpulkan, mengorganisasikan, meringkas, menyajikan, dan
menganalisis data. Total subjek dalam penelitian ini adalah 300 karyawan instansi.
Hasil penelitian menyebutkan bahwa kepuasan kerja yang terdapat pada
karyawan Instansi ABC memiliki kepuasan kerja rendah. Hasilnya, motivator factor
memiliki mean teoritik sebesar 50 dan mean empiric 70,44. Sedangkan lebih besar
dibanding hygiene factor memiliki mean teoritik 77,5 dan mean empiric 45,39
Kata Kunci : Kepuasan kerja, two factor theory, Instansi ABC