Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan impulse buying pada
remaja dan dewasa awal di Jakarta. Impulse buying merupakan tindakan
pembelian yang terjadi ketika konsumen melakukan pembelian dengan sedikit
pertimbangan dikarenakan adanya perasaan medesak secara tiba-tiba.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis deskriptif.
Subjek penelitian berjumlah 352 usia 14 - 40 tahun. Penelitian ini terbagi menjadi
2 (dua) kelompok usia yaitu remaja dengan rentang usia 14 - 19 tahun dan
dewasa awal dengan rentang usia 20 - 40 tahun. Hasil analisis menunjukkan
bahwa mayoritas subjek memiliki impulse buying cenderung rendah, hal ini
didasarkan oleh skor empirik (X? = 32,81, SD = 5,67) mereka yang rendah
dibandingkan skor teoritiknya (X? = 37,5, SD = 5,67). Bila dilihat secara terpisah
remaja usia 14-19 tahun memiliki kecenderungan impulse buying yang lebih
rendah, hal ini didasarkan oleh skor empirik remaja (X? = 32,76, SD = 6,30)
sedangkan, dewasa awal usia 20-40 tahun memiliki skor emprik (X? = 33,05, SD =
5,23). Hasil analisa tambahan menunjukkan tidak ada perbedaan impulse buying
pada laki-laki dan perempuan namun, terdapat perbedaan impulse buying pada
laki-laki remaja dan laki-laki dewasa awal. Sedangkan, pada perempuan remaja
dan dewasa awal tidak menunjukkan perbedaan impulse buying.
Kata Kunci: Impulse buying, remaja, dewasa awal