Abstract :
Fenomena YouTube di Indonesia semakin berkembang baik dari sisi penonton maupun
penghasil konten. Hal tersebut dibuktikan dari adanya peningkatkan sebesar 155% pada
durasi menonton YouTube dan peningkatan sebesar 278% pada seluruh konten yang
diunggah dalam YouTube. YouTube kini juga telah menjadi sebuah karir atau profesi bagi
seseorang. Seperti Raditya Dika yang telah menjadikan YouTube sebagai sebuah profesi
hingga menjadikannya sebagai YouTuber nomor satu di Indonesia dengan penghasilan yang
besar. Meskipun seorang YouTuber telah memiliki penghasilan yang besar, seorang
YouTuber juga membutuhkan personal branding untuk menunjang kesuksesannya. Sehingga
hal tersebut menarik untuk dikaji dan diteliti terkait dengan personal branding Raditya Dika
dalam media sosial YouTube. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan strategi
penelitian fenomenologis, dimana pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara,
observasi, dokumen kualitatif, dan materi audio visual. Kemudian untuk menguji validitas
dan reliabilitas penelitian ini menggunakan metode triangulasi data. Hasil penelitian
menemukan bahwa Raditya Dika dalam membuat konten-konten video cenderung tidak
mengikuti tren yang berlangsung, Raditya Dika ingin hal tersebut dapat menjadi pembeda
dirinya dengan YouTuber lainnya. Dapat diketahui juga bahwa Raditya Dika tidak
menerapkan personal brand pada kehidupan pribadinya. Hal tersebut ditunjukkan dari sikap
Raditya Dika yang cenderung serius dan pendiam saat berada di kehidupan pribadinya
sendiri.
Kata Kunci : Media Sosial, YouTube, branding, personal branding, Raditya Dika