Abstract :
Bencana banjir sudah menjadi isu yang sering muncul setiap tahun. Itu sebabnya Pemerintah melakukan berbagai upaya penanggulangan. Salah satunya proyek pembangunan Waduk Lebak Bulus. Maka dari itu, diperlukan analisis manajemen risiko untuk mengidentifikasi risiko, melakukan kategorisasi risiko, dan melakukan pemetaan risiko. Metode penelitian yang digunakan, kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, kuesioner, observasi dan dokumentasi, yang kemudian dilakukan uji validitas dan reabilitas. Uji penelitian menghasilkan
pemetaan risiko yang berlandaskan pada identifikasi dan kategorisasi risiko, bahwa ada beberapa jenis risiko yang masuk dalam kategori risiko yang tidak dapat diterima dan sangat sering terjadi di lapangan. Penulis memberikan saran bagi beberapa pihak guna keberhasilan pembangunan proyek ini.