Abstract :
Sebuah proyek memiliki kendala pada sumber daya yang terbatas dalam bentuk manusia,
material, biaya atau peralatan yang akan memengeruhi pada kulitas proyek. Hal ini membutuhkan
manajemen proyek dari tahap awal proyek hingga tahap penyelesaian proyek.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengimplementasian dari pengendalian mutu
dan mengetahui berapa nilai tingkat risiko yang terjadi dari pembangunan di Proyek Bintaro Jaya
Xchange Tahap II, standar sistem manajemen AS/NZS 4360 adalah metode yang digunakan dalam
penelitian ini.
Hasil yang didapatkan setelah menganalisis dari penelitian ini bahwa nilai tingkat risiko
yang terjadi pada tahap pengerjaan struktur kolom, balok dan plat lantai yang dilakukan di Proyek
Bintaro Jaya Xchange Tahap II dengan hasil rata-rata pekerjaan kolom mendapatkan nilai tingkat
risiko senilai 6.04 sedangkan pekerjaan struktur balok senilai 5.83 dan pada pekerjaan plat lantai
senilai 5.89 dengan hasil ini maka semua nilai rata-rata setiap pekerjaam masuk dalam kategori
level sedang dengan ini dapat disimpulkan bahwa pengendalian mutu pada proyek Bintaro Jaya
Xchange Tahap II sudah cukup baik sesuai pada metode dan spesifikasi yang dibuat saat
perencanaan. Dengan ini Manajemen proyek berhasil melakukan pengendalian kepada seluruh
rangkaian kegiatan agar pekerjaan menjadi lebih efektif dan meningkatkan produktifitas dalam hal
proses pengerjaan proyek.
Kata Kunci : AS/NZS 4360, Tingkat Risiko, Pengendalian Mutu.