Institusion
Universitas Pembangunan Jaya Tangerang
Author
Putrawardhana, Muhammad Akmal
Subject
TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Datestamp
2022-07-21 06:21:34
Abstract :
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh batu apung sebagai pengganti agregat kasar dalam pembuatan beton ringan. Benda uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah beton geopolimer yang menggunakan 100% abu terbang sebagai pengganti semen. Benda uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah silinder dengan diameter 150 mm dan tinggi 300 mm. Penelitian ini menggunakan variasi persentase batu apung 0%, 20%, 40%, 60%, 80% dan 100%. Semua spesimen yang berumur 1 hari akan dilakukan perawatan dengan uap panas pada suhu 85? selama 3 jam dan perawatan selanjutnya akan dilakukan pada suhu ruang. Pengujian kuat tekan dilakukan setelah semua benda uji ditimbang untuk mengetahui berat jenis masing-masing benda uji. Hasil yang diperoleh dari penelitian beton umur 28 hari dengan batu apung 20% mendapatkan nilai kuat tekan rata-rata tertinggi yaitu 20,03 MPa, sedangkan nilai kuat tekan rata-rata terkecil sebesar 7,44 MPa dicapai oleh batu apung 100%. Benda uji dengan batu apung 20% memiliki berat jenis sebesar 2251,47 kg/m3 dan densitas terkecil dicapai batu apung 100% yaitu 1458,83 kg/m3. Berdasarkan hasil analisis, benda uji dengan 100% batu apung dapat diklasifikasikan sebagai beton ringan tetapi hanya dapat digunakan sebagai beton non struktural, karena kuat tekan rata- ratanya di bawah 20 MPa. Namun benda uji dengan 20% batu apung memiliki berat jenis 5,1% lebih ringan dari beton normal, dan masih dapat diklasifikasikan sebagai beton struktural.