Institusion
Universitas Pembangunan Jaya Tangerang
Author
Djojodihardjo, Farros Ghozi Fatih
Subject
NA Architecture
Datestamp
2022-11-07 07:23:34
Abstract :
Kaca dan beton adalah bahan bangun yang bersifat dasar dalam arsitektur modern. Akan tetapi, pengolahan material ini berdampak negative pda lingkungan dan menghasilkan jejak karbon yang sangat tinggi. Oleh karena itu, menemukan bahan yang lebih berkelanjutan dan mengubah metode produksi saat ini untuk mengurangi jejak karbon menjadi sangat penting untuk dilakukan. Kini penggunaan bambu sebagai bahan bangunan dan konstruksi dapat menjadi solusi yang inovatif dan berkelanjutan. Dalam waktu 3 - 5 tahun untuk dapat panen, bambu dapat menghasilkan produktivitas yang lebih tinggi daripada kayu yang membutuhkan waktu 20 hingga 100 tahun. Selanjutnya, bambu melakukan regenerasi seperti rumput dan tidak memerlukan bibit baru yang perlu ditanam untuk panen di masa depan. Hal ini menjadikan bambu sebagai bahan yang lebih berkelanjutan atau alternatif dari produk kayu. PT Bamboo Pure yang berlokasi di Bali menjadi pionir dalam konstruksi bambu dengan desain dan teknis yang menentukan kepraktisan, estetika dan keberlanjutan dalam arsitektur. Desain bambu telah berkembang dari tempat tinggal tradisional yang berskala kecil menjadi bangunan bertingkat dengan skala yang lebih besar yang berfungsi sebagai ruang publik dan akomodasi. Bentuk struktur seperti kubah, rancangan rumah prefabrikasi dan ruang dalam dapat diterapkan dengan bambu. Penggunaan material tradisional dipadukan dengan teknik konstruksi yang inovatif memungkinkan penggunaan bambu yang mudah diimplementasikan dalam pembangunan hunian, struktur, perabotan, serta produk lainnya yang dapat membantu mengurangi penggunaan sumber daya alam yang terbatas sehingga dapat tetap dinikmati di masa mendatang. Hasil penerapan dari arsitektur bambu dapat menciptakan bangunan yang indah dan berkelanjutan unutk melestarikan lingkungan kita.