Abstract :
Film horor merupakan salah satu film yang cukup diminati di Indonesia. Film
horor pada era 1990-an berbeda dengan era saat ini. Film horor saat ini lebih
banyak mengusung tema pornografi didalamnya. Unsur pornografi lebih kental
dibandingkan dengan unsur mistis. Pacar Hantu Perawan merupakan salah satu
film horor di Indonesia yang mengandung beragam eksploitasi pornografi
didalamnya. Film ini diproduksi oleh rumah produksi K2K dan di sutradarai oleh
Yoyok Dumprink. Kesan eksploitasi pornografi semakin terasa dengan kehadiran
dua bintarng porno internasional yang ikut mengisi beberapa adegan didalamnya.
Oleh karena itu, itulah alasan peneliti tertarik untuk melakukan penelitian
mengenai eksploitasi pornografi dan memilih film horor Pacar Hantu Perawan
yang mencakup aspek-aspek eksploitasi pornografi didalamnya. Penelitian
kualitatif ini menggunakan teori konstruktivis sebagai paradigma dan
menggunakan analisis semiotika Charles Sanders Peirce dengan mengkaji tandatanda adanya eksploitasi pornografi didalam film tersebut dan menggunakan
paradigma konstruktivistik. Dalam penelitian ini dipilih beberapa scene dari film
Pacar Hantu Perawan tersebut yang dianggap mengandung unsur eksploitasi
pornografi didalamnya.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa dalam film horor Pacar Hantu
Perawan setiap scene secara dominan ditunjukan dengan unsur eksploitasi
pornografi dengan beberapa kategori seperti memperlihatkan secara implisit atau
terselubung ketelanjangan, suara, gerakan, ataupun adegan ciuman yang
menimbulkan birahi. Serta, dengan sengaja memperlihatkan atau close up bagianbagian yang sensitif yakni payudara, paha, alat vital, bokong dan beberapa bagian
tubuh lainnya.
Kata kunci: Film Horor, Pacar Hantu Perawan, Eksploitasi Pornografi