Abstract :
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan teknologi informasi dan komunikasi terutama
dalam media sosial. Secara tidak langsung media sosial memberikan peluang bagi para artis luar
negeri untuk menyebarkan produk-produk budaya mereka. Salah satunya dengan menjamurnya
fenomena K-pop di Indonesia. Bangtan Sonyeondan atau BTS adalah salah satu boyband Korea
yang sedang naik daun di Indonesia. Para fans k-pop yang domisilinya berbeda dengan idolanya
dapat mengkonsumsi segala informasi mengenai idolanya kapan saja dimana saja dengan cepat.
Sehingga hal ini menumbuhkan rasa kedekatan yang dirasakan oleh penggemar BTS yang
berujung pada interaksi satu pihak atau hubungan semu. Dalam artian, para penggemar BTS
merasa adanya kedekatan secara personal dengan member BTS. Namun dari pihak BTS, mereka
tidak merasakan adanya kedekatan secara personal dengan para penggemarnya.
Fenomena parasocial interaction merupakan suatu masalah yang ditandai adanya hubungan satu
arah, dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif maka ditemukan bahwa parasocial
interaction yang terjadi lebih ke arah menggunakan media sosial untuk menjalin interaksi semu
yang dapat berdampak pada imajinasi sosok figur BTS dalam segala aktifitas fans di dunia nyata.
Selain itu, fans BTS di Indonesia sudah melewati tiga proses parasocial interaction dan sudah
berada pada proses terakhir yaitu proses behavioral yang ditandai dengan penggemar dapat
seolah-olah bicara dengan figur di dalam media. Parasocial interaction ini di motivasi oleh
karya lagu yang dihasilkan BTS, bentuk fisik BTS, role model pemenuhan kebutuhan
penggemar, Parental.
Kata kunci: Parasocial Interaction, media sosial, fans