Abstract :
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh asumsi bahwa terbentuknya iklim komunikasi
dalam organisasi sekolah khusus dapat membantu produktivitas sekolah dalam menangani
pendidikan bagi ABK (Anak Berkebutuhan Khusus). Peningkatan ABK yang semakin
meningkat dan sedikitnya fasilitas pendidikan bagi mereka merupakan salah satu faktor
yang melatarbelakanginya.
Salah satu organisasi pendidikan yang bergerak dalam pendidikan khusus adalah
Sekolah Khusus Spectrum. Sekolah ini menggunakan program IEP (Individualized
Education Program) dan jenjang pendidikan dari TK hingga SMA. Dalam menjalankan
kegiatan pendidikan Sekolah Khusus Spectrum menjalin kerjasama yang baik dengan para
anggota organisasi agar tercipta iklim komunikasi yang positif. Penelitian ini bertujuan
untuk mendeskripsikan iklim komunikasi organisasi dalam Sekolah Khusus Spectrum.
Penelitian ini dilakukan dengan metodologi penelitian kualitatif yang menggunakan
strategi penelitian studi kasus. Informan atau unit analisis yang terdapat dalam penelitian
ini terdiri dari lima orang. Pemilihan informan atau unit analisis menggunakan purposive
sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan
dokumentasi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada Sekolah Khusus Spectrum di Tangerang
Selatan bahwa struktur organisasi, pekerja, pekerjaan dalam organisasi dan pedoman
organisasi adalah unsur-unsur yang membentuk iklim komunikasi di sekolah tersebut.
Selain itu terdapat banyak faktor yang memengaruhi iklim komunikasi antara lain,
motivasi kerja dan gaya kepemimpinan.
Kata Kunci: Iklim Komunikasi, Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), Sekolah Khusus
Spectrum, Organisasi Pendidikan