Abstract :
Televisi merupakan media massa yang berfungsi sebagai alat pendidikan,
penerangan, dan hiburan. Tayangan televisi dapat diartikan sebagai adanya suatu
pertunjukan acara yang ditampilkan atau disiarkan melaui media massa televisi.
Tayangan tersebut bisa bersifat hiburan, informasi, ataupun edukasi seperti
tayangan mengenai paendidikan. Tayangan televisi mempunyai format-format
seperti, news, olahraga, infotaiment, talk show, reality show, dll.
Permintaan yang tinggi terhadap program drama di televisi menunjukan kreator
program fiksi sukses mendominasi layar kaca di tanah air. Namun, kenyakinan
penonton membutuhkan produk inovatif yang berbeda terbukti dengan adanya
beberapa program nondrama yang juga sukses mengisi prime time. Salah satunya
program nonfiksi yang memiliki audience share fantastik adalah reality show.
Reality show yaitu, program yang dibintangi oleh orang-orang yang bukan
artis/aktor, tetapi walaupun demikian program acara tersebut masih diatur oleh
skenario yang ditulis oleh produser. Sehingga menimbulkan sebuah dramatisasi
didalam program reality show tersebut.
Dalam dramatisasi program reality show katakan putus ini memperlihatkan dalam
verbal maupun non verbal yaitu perdebatan, berbicara berlogat kasar, bersedih,
terkejut, kaget, marah ? marah, saling mengejek dan lain-lain. Semua itu
ditampilkan dengan melebih-lebihkan atau hiperbola oleh produser untuk
menunjukan betapa kuatnya dramatisasi di masyarakat. Penampilan yang melebih
? lebihkan adegan atau tindakan oleh produser memang gemar menampilkan
?drama? dalam setiap per episodenya. Makna kata dramatisasi akan selalu identik
dengan sebuah tindakan atau perbuatan yang dilakukan oleh seseorang, dimana
perbuatan tersebut kemudian menjadi perhatian khusus bagi beberapa orang yang
menyaksikan, mendengarkan atau bahkan turut serta merasakannya.
Kata kunci : Televisi, Program Reality Show, Dramatisasi.