Abstract :
Kualitas maupun kompetensi dari seorang guru seringkali menjadi sorotan oleh
banyak pihak karena adanya tolak ukur yang jelas dan terbukti di atas kertas,
misalnya saja dari ijazah, sertifikat, serta hasil karya ilmiah dari individu seorang
guru. Pada sisi berlainan, seorang guru sebagai sebuah profesi yang diemban
tentunya memiliki alasan atau motivasi yang membuatnya menjalani profesinya
tersebut. Selain motivasi, beberapa faktor pendukung lain seperti budaya
organisasi dan komitmen organisasi juga turut mempengaruhi kinerja seorang
guru. Yayasan Permata Sari yang menaungi sekolah swasta bernama Cikal
Harapan yang menyelenggarakan pendidikan mulai dari jenjang SD, SMP dan
SMA di daerah BSD, Tangerang Selatan memiliki krisis prestasi akademik jika
dibandingkan dengan sekolah ? sekolah swasta lain di daerahnya. Peneliti melihat
bahwa peran dan kinerja seorang guru dalam pencapaian prestasi akademik
siswanya cukup besar, oleh karena itu peneliti ingin mengetahui bagaimana
kinerja guru terkait dengan motivasi, budaya organisasi dan komitmen organisasi.
Sampel dalam penelitian ini diambil dari seluruh populasi sebanyak 35 orang,
yakni guru tetap pada SD, SMP dan SMA Cikal Harapan BSD, Tangerang
Selatan. Hasil uji koefisien regresi secara bersama sama menunjukkan bahwa nilai
F hitung > F tabel (115,048 > 3,294) dan nilai sign < 0,05 yang artinya terdapat
pengaruh secara signifikan antara motivasi kerja, budaya organisasi dan komitmen
organisasi secara bersama ? sama terhadap kinerja guru. Sementara untuk variabel
motivasi kerja, didapati nilai t hitung < t tabel (4,172 > 2,03) dan nilai sign < 0,05
(0.000 < 0,05), artinya ada pengaruh yang signifikan antara motivasi kerja
terhadap kinerja guru. Lalu untuk variabel budaya organisasi, didapati nilai t
hitung < t tabel (4,746 > 2,03) dan nilai sign < 0,05 (0.000 < 0,05), artinya ada
pengaruh yang signifikan antara budaya organisasi terhadap kinerja guru. Serta
untuk variabel komitmen organisasi, didapati nilai t hitung < t tabel (1,464 > 2,03)
dan nilai sign > 0,05 (0.153 < 0,05), artinya tidak ada pengaruh yang signifikan
antara komitmen organisasi terhadap kinerja guru. Kesimpulannya adalah bahwa
motivasi, budaya organisasi dan komitmen organisasi berpengaruh terhadap
kinerja guru pada Yayasan Permata Sari BSD, Tangerang Selatan, dengan budaya
organisasi sebagai variabel yang paling berpengaruh.
Kata kunci : Budaya Organisasi, Kinerja Guru, Komitmen Organisasi, Motivasi
kerja