Abstract :
Setiap lembaga pemerintahan dan non-kepemerintahan pasti mempunyai citra
yang disadari atau tidak melekat pada perusahaan tersebut. Corporate image
merupakan hasil respon konsumen pada keseluruhan penawaran yang diberikan
perusahaan dan didefinisikan sebagai sejumlah kepercayaan, ide-ide, dan kesan
masyarakat pada suatu organisasi. Image sebuah lembaga merepresentasikan
nilai-nilai seseorang dan kelompok-kelompok masyarakat yang mempunyai
hubungan dengan organisasi tersebut. Oleh karena itu, Public Relations
memfokuskan tujuan untuk meningkatkan corporate image. Dalam meningkatkan
corporate image, Public Relations menggunakan sembilan fase model Smith, yaitu
meliputi tahapan dari (1) Analisis situasi; (2) Analisis organisasi; (3) Analisis
khalayak; (4) Menetapkan tujuan dan sasaran; (5) Merancang aksi dan respon
pesan; (6) Membuat strategi pesan; (7) Membuat taktik komunikasi; (8) Melakukan
implementasi strategi; dan yang terakhir (9) Evaluasi terhadap strategi komunikasi,
guna membantu dalam membuat perencanaan strategis. Objek penelitian ini
adalah Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), merupakan instansi
pemerintah yang dituntut untuk menerapkan praktik good corporate governance.
BPPT berhasil meningkatkan corporate image-nya melalui program komunikasi
yang komprehensif. Karena keberhasilan tersebut, peneliti tertarik untuk meneliti
mengenai perencanaan strategis Public Relations yang dilakukan oleh humas
BPPT dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode wawancara
mendalam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa BPPT melakukan semua
langkah perencanaan strategis Public Relations mulai dari tahap perencanaan
hingga evaluasi dan mengimplementasikannya. Temuan dalam penelitian ini
adalah perencanaan strategis Public Relations diturunkan dalam rencana strategis
lalu diberikan kepada setiap unit kerja.
Kata Kunci: BPPT, Perencanaan Strategis Public Relations, Corporate Image.