Abstract :
Paradigma bisnis saat ini berubah posisi dari Comparative paradigm
menjadi Competitive paradigm. Untuk mengantisipasi perubahan tersebut
sebuah organisasi harus dapat mengikuti dan menerapkan seperangkat
kebijakan dan strategi dalam upaya meraih keunggulan bisnis. Perubahan
paradigma bisnis bisa berada dalam kontinum perubahan kecil sampai dengan
transformasi organisasi. Organisasi yang efektif dan berkompeten tidak bisa
dilepaskan dari masalah budaya organisasi agar mampu bersaing dalam industri
bisnis. Sistem pengendalian manajemen menjadi sebuah alat (tools) atau cara
yang terstruktur digunakan oleh manajer untuk memastikan bahwa orang-orang
yang diawasinya dapat mengimplementasikan strategi yang sudah ditetapkan.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur pengaruh signifikansi dari
variabel budaya organisasi dan kompetensi manajer terhadap sistem
pengendalian manajemen pada studi kasus perusahaan properti dan real estate
yang terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia dan beroperasi di kawasan
Tangerang Selatan. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 40 responden
dengan menggunakan teknik purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian
diperoleh bahwa variabel kompetensi manajer berpengaruh terhadap sistem
pengendalian manajemen dengan nilai signifikansi sebesar 0,004. Variabel
budaya organisasi berpengaruh terhadap sistem pengendalian manajemen
dengan nilai signifikansi sebesar 0,073. Secara simultan kompetensi manajer
dan budaya organisasi berpengaruh terhadap sitem pengendalian manajemen
dengan nilai signifikansi sebesar 0,088.
Kata kunci : Kompetensi Manajer, Budaya Organisasi, Sistem Pengendalian
Manajemen.