Abstract :
Nilai perusahaan sangat penting karena mencerminkan kinerja perusahaan
yang dapat mempengaruhi persepsi investor terhadap perusahaan tersebut.
Adanya perkembangan teknologi dan persaingan yang semakin ketat
memaksa perusahaan untuk mengubah cara berbisnis mereka. Perubahan
proses bisnis yang awalnya didasarkan pada tenaga kerja mulai beralih
bisnis yang berdasarkan pengetahuan dan merupakan salah satu aktiva tak
berwujud. Kemampuan bersaing dalam industri tidak hanya terletak dari
aktiva berwujudnya saja, namun dari sisi aktiva tak berwujud ikut memegang
peran penting atas kelangsungan perusahaan. Salah satu pendekatan yang
dapat digunakan untuk penilaian aset tak berwujud adalah intellectual capital.
Adanya intellectual capital, perusahaan dapat memaksimalkan sumber daya
untuk membuat produk yang inovatif. Penelitian ini dilakukan untuk
memperoleh bukti bahwa: human capital (VAHC), structural capital (VASC),
dan relational capital (VACE) berpengaruh terhadap nilai perusahaan
(Tobin?s Q) pada sektor infrastruktur, utilitas, dan transportasi yang terdaftar
di BEI periode 2009-2016. Sampel yang digunakan adalah sebanyak 5
perusahaan dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling dan
teknik analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
secara parsial VAHC dan VASC tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai
perusahaan, VACE berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan, dan
secara simultan VAHC, VASC, dan VACE berpengaruh signifikan terhadap
nilai perusahaan.
Kata Kunci: Human Capital, Structural Capital, Relational Capital, Nilai
Perusahaan