Abstract :
Penelitian ini dilatar belakangi oleh perkembangan teknologi pada bidang
arsitektur yang mempengaruhi penggunaan metode dalam tahap perancangan.
Dekonstruksi dan Suprematism merupakan metode yang digunakan untuk tahap
perancangan sebagai perwakilan generasi dalam arsitektur. Penerapan metode
tersebut akan mempengaruhi hasil karya arsitektur yang didasari oleh kemampuan
setiap penggunanya dalam mengomunikasikan ide yang ada. Dengan demikian,
penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Dekonstruksi dan Suprematism
dalam tahap awal perancangan, sehingga penulis memahami maksud dan tujuan
dari kedua metode tersebut. Metode yang digunakan adalah dengan melakukan
studi banding terhadap dua hasil karya arsitektur yang mewakili metode
Dekonstruksi dan Suprematism, yaitu The Peak, Hongkong dan Heydar Aliyev,
Azerbaijan. Berdasarkan studi banding pada tahap perancangan yang dilakukan
oleh Zaha Hadid, maka akan menghasilkan tahap peralihan yang tepat dalam
penggunaan metode Dekonstruksi dan Suprematism. Penelitian ini diakhiri
dengan rekomendasi untuk penggunaan dan peralihan metode yang tepat sesuai
dengan kemampuan yang dimiliki oleh perancang.