Abstract :
Perkembangan pasar modern cukup pesat yang mengakibatkan pasar tradisional
menjadi kurang diminati oleh masyarakat akan tetapi beda hal dengan Pasar
Tradisional Jombang yang masih diminati oleh masyarakat sekitar. Citra kota
ditentukan dari beberapa faktor mulai dari aktivitas keseharian yang ada di Pasar
Tradisional Jombang membuat penulis ingin mengulik lebih dalam tentang
keseharian yang terjadi di Pasar Tradisional Jombang. Pasar tradisional Jombang
cukup unik karna pasar tersebut memiliki perbedaan wilyah yaitu pasar resmi dan
pasar tidak resmi, yang ditetliti oleh penulis yaitu pasar tidak resmi yang bisa
dibilang lapak PKL. Penulis ingin mengetahui bagaimana smooth and striated
space yang terjadi di Pasar Tradisional Jombang dan pola sirkulasi perkotaan yang
ada di Jl. Raya Jombang. Penulis menggunakan pola sirkulasi perkotaan yang
dijelaskan oleh Kevin Lynch karena Pasar Tradisonal Jombang merupakan
landmark diarea jombang. Kemudian penukis juga menggunakan teori smooth and
striated space oleh Gilles Deleuze dan Felix Guattari, serta menambahkan studi
kasus tentang urban slippage di Ban Phantom, Bangkok yang dibahas oleh Kim
Dovey dan Kassam Polakit. Lalu penulis menggunakan juga urban morphological
and typological element yang dibahas oleh Colin Rowe mengenai ruang internal
dan eksternal. Penelitian yang diambil penulis bersifat kualitatif, agar dapat
menjelaskan kasus yang terjadi secara deksriptif serta pemetaan untuk
menggambarkan keadaan yang terjadi di Pasar Tradisional Jombang.