Abstract :
Penyandang tuna netra dalam bergerak membutuhkan lingkungan yang
partisipatif, terutama dalam aspek aksesibilitas sirkulasi pada bangunan atau
fasilitas umum. Aksesibilitas sirkulasi yang mampu digunakan oleh manusia
berkebutuhan khusus harus memiliki desain yang inklusif. SLB A Pembina
Tingkat Nasional merupakan salah satu fasilitas bangunan sekolah pertama yang
digunakan oleh penyandang tuna netra dalam memberikan pengetahuan
bergerak di lingkungan sekitarnya. Penelitian ini memiliki tujuan untuk
mengetahui kebutuhan bergerak penyandang tuna netra dalam mengetahui
lingkungannya, terutama dalam aspek aksesibilitas sirkulasi mencapai ruang
yang dituju berdasarkan kegiatan belajar. Penelitian ini untuk mencari tahu
faktor-faktor yang mempengaruhi kemudahan aksesibilitas sirkulasi penyandang
tuna netra menggunakan prinsip-prinsip desain inklusif sebagai tolak ukur.
Penelitian dilakukan dengan cara observasi lapangan dengan melakukan
pemetaan terhadap pencapaian setiap ruang yang berhubungan dengan
kegiatan belajar dan melakukan observasi kondisi eksisting aksesibilitas sirkulasi
serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Dengan demikian, dapat dipahami
kebutuhan dan kemudahan aksesibilitas sirkulasi tuna netra dalam pencapaian
ruang yang ditujunya berdasarkan prinsip-prinsip desain inklusif