Abstract :
Sekolah menjadi sumber utama bagi masyarakat dalam mencari ilmu
pengetahuan yang bermanfaat untuk keberlangsungan hidupnya, tidak terkecuali
untuk anak berkebutuhan khusus (ABK). ABK membutuhkan ruang edukasi yang
dirancang secara spesifik untuk mengakomodir kebutuhannya. Upaya penciptaan
lingkungan yang mampu menyeimbangkan kesehatan pikiran, tubuh dan jiwa
manusia dikenal dalam dunia arsitektur sebagai ruang pemulih (healing
architecture). Sebagai studi kasus, peneliti menelaah Sekolah Alam Amardhika
yang berperan sebagai sekolah inklusi sekaligus sekolah alam. Analisis terhadap
studi kasus dilakukan dengan menelaah penerapan prinsip dan elemen
penyembuh terhadap kondisi fisik Sekolah Alam Amardhika. Prinsip penciptaan
ruang pemulih antara lain adalah bagaimana lingkungan fisik dapat mengurangi
stressor, meningkatkan privasi, memiliki kenyamanan dan kontrol akustik untuk
ABK, serta kemudahan dalam mengakses pemandangan. Sementara itu, elemen
penyembuh antara lain mencakup elemen visual, lansekap, interior, produk,
material, furnitur, warna, seni dan dekorasi