Abstract :
Sebagai ibu bekerja dibutuhkan kemampuan dalam merasakan, mengidentifikasi dan mengekspresikan emosi mereka menggunakan emotional intelligence. Ketika ibu merasakan efek positif dari kemampuan mengelola emosi mereka dalam kehidupan pribadi dan pekerjaannya, maka akan meningkatkan subjective well-beingnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh emotional intelligence terhadap subjective well-being ibu bekerja dengan anak early childhood di Jabodetabek. Partisipan dalam penelitian ini adalah ibu bekerja yang memiliki anak pada tahapan early childhood berusia 3-6 tahun di Jabodetabek sebanyak 457 responden. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Scale of Subjective Well-Being for Mothers (SSWB-M) untuk subjective well-being, dan Trait Emotional Intelligence Questionnaire (TEIQue) untuk emotional intelligence. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan teknik analisis uji regresi logistik. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh positif dari emotional intelligence terhadap subjective well-being ibu bekerja dengan anak early childhood di Jabodetabek. Hasil uji regresi logistik menunjukkan bahwa emotional intelligence memiliki pengaruh signifikan yang positif terhadap subjective well-being komponen kognitif dengan nilai X2 (455) = 48,68, p<0,001. Kesimpulan dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan yang positif, sehingga semakin tinggi EI pada ibu bekerja menyebabkan peningkatan SWB pada ibu bekerja.