Institusion
Universitas Pembangunan Jaya Tangerang
Author
Divarani, Fresha Almaditha
Subject
H Social Sciences (General)
Datestamp
2023-07-12 06:38:30
Abstract :
Kasus femisida yang merupakan pembunuhan terhadap perempuan karena identitasnya sebagai perempuan, mengalami peningkatan pada periode 2022 ? 2023. Melalui media, data terkait kasus femisida ini dapat diketahui dan dianalisis. Perempuan dalam kasus femisida dibingkai sedemikian rupa hingga terbentuklah citra terkait korban yang disalahkan atas terjadinya pembunuhan itu sendiri. Penelitian ini ditujukan untuk melihat pembingkaian terhadap perempuan yang coba dibentuk oleh Tribunnews dan Poskota, sebagai media arus utama dengan praktik jurnalisme kuning, dalam menarasikan berita kasus femisida. Melalui metode framing milik Pan dan Kosicki, dengan paradigma konstruktivis, peneliti meneliti pemberitaan terkaiit kasus femisida dalam periode Januari 2022 ? Februari 2023. Ditemukan bahwa kedua media mencoba untuk membangun melalui pembingkaian citra perempuan sebagai penyebab pembunuhan terjadi, yang dapat dilihat melalui struktur sintaksis, skrip, tematik, dan retoris pada pemberitaan. Penonjolan seksualitas dan penggunaan diksi ? diksi dan foto yang sensasional khas jurnalisme kuning, justru menonjolkan adanya bias dalam pemberitaan yang menyebabkan perempuan seakan tak berdaya dan kembali dijadikan objek seksual meski telah tak bernyawa. Posisi perempuan sebagai korban kembali gagal menjadi sorotan atas informasi yang acap tidak berasal dari pihak korban.