Abstract :
Inflasi sangat membebani masyarakat, terutama bagi masyarakat di negara berkembang. Masyarakat di negara berkembang lebih rentan terhadap inflasi karena mereka sering mengalami kenaikan harga. Di Indonesia, inflasi telah menjadi masalah yang sering terjadi selama beberapa dekade terakhir. Pemerintah Indonesia telah melakukan beberapa upaya untuk mengendalikan inflasi, seperti mengatur kebijakan moneter atas penetapan suku bunga, mengawasi jumlah uang beredar, dan menjaga stabilitas nilai tukar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh Suku Bunga, Jumlah Uang Beredar, dan Nilai Tukar terhadap Inflasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis deskriptif dan menggunakan data sekunder berbentuk runtut waktu selama periode tahun 2013 hingga tahun 2022. Penelitian ini menggunakan metode analisis regresi linier berganda dengan alat uji statistik SPSS 26. Hasil pengujian ini menunjukkan bahwa Suku Bunga berpengaruh positif dan signifikan terhadap Inflasi. Jumlah Uang Beredar berpengaruh positif dan signifikan terhadap Inflasi. Nilai Tukar berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Inflasi.