Abstract :
Generasi saat ini, khususnya siswa sekolah dasar jarang mengenal permainan tradisional yang memiliki nilai-nilai kearifan lokal, sehingga menimbulkan dampak antara lain berkurangnya interaksi dan renggangnya ikatan sosial diantara individu. Pudarnya eksistensi permainan tradisional karena pesatnya perkembangan teknologi serta terbatasnya lahan dan area terbuka hijau sebagai sarana bermain dan juga langkanya konten edukasi/pengenalan budaya tentang permainan tradisional baik media fisik maupun digital. Tujuan dari penelitian ini untuk mengenalkan salah satu permainan tradisional yaitu bentengan yang merupakan salah satu warisan budaya dalam bentuk boardgame dan merekatkan interaksi sosial pada siswa sekolah dasar yang berusia 9-12 tahun. Boardgame ini dapat mengatasi keterbatasan lahan bermain dengan memindahkan permainan tradisional ke dalam bentuk boardgame, dimana dibutuhkan minimal 2 orang untuk bermain sehingga tercipta interaksi antar individu.