Abstract :
Pada saat melakukan pekerjaan konstruksi konflik dapat terjadi sehingga menyebabkan miskalkulasi pada volume yang telah direncanakan. Dengan kemungkinan konflik pada saat pelaksanaan dibutuhkan sistem baru yang dapat memudahkan pelaku konstruksi, salah satu sistem yang dapat digunakan adalah sistem BIM. BIM dapat membantu proses konstruksi mendeteksi konflik yang terjadi pada komponen antar disiplin secara efisien. Sistem BIM dapat meningkatkan efektivitas dan akurasi volume pekerjaan dengan persentase 75% dengan akurasi rata-rata sebesar 93% mendekati volume yang dilaksanakan di lapangan dengan kemunculan konflik yang terjadi lebih sedikit dibandingkan sistem konvensional. Selain itu hal ini divalidasi dengan kecenderungan berdasarkan metode likelihood yang mana menunjukkan sistem BIM lebih efektif dan akurat 82% dibandingkan dengan sistem konvensional. Penggunaan sistem BIM dapat dioptimalkan dengan cara digunakan mulai dari proses perencanaan hingga hand over sehingga proses clash detection akan dilakukan pada setiap proses sehingga akan meminimalisir perbedaan volume yang terjadi.