Abstract :
Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak pulau dari Sabang sampai Merauke dengan keanekaragaman etnis dan budaya. Keberagaman etnis yang ada di Indonesia tidak hanya menciptakan keuntungan dan manfaat saja, tetapi juga dapat menimbulkan konsekuensi negatif untuk kehidupan masyarakat di dalamnya. Adanya konflik intoleransi antar etnis terjadi akibat masalah yang berkaitan dengan identitas etnis. Padahal, keberagaman etnis yang ada di Indonesia, seharusnya perlu diimbangi dengan toleransi di dalam masyarakat. Namun, sampai saat ini belum ada penelitian yang membahas korelasi antara identitas etnis dan toleransi. Maka dari itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara identitas etnis dan toleransi pada masyarakat Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif, dengan teknik analisis data menggunakan uji normalitas dan uji hipotesis dengan teknik korelasional. Responden pada penelitian ini yaitu masyarakat Indonesia yang berusia 17-50 tahun. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur identitas etnis yakni MEIM-R serta measure of tolerance untuk mengukur toleransi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan sedang dengan arah positif (rho=0,426; p<0,001) antara identitas etnis dan toleransi pada masyarakat Indonesia. Artinya jika identitas etnis pada responden cenderung tinggi, maka nilai-nilai toleransi pada responden juga cenderung tinggi, begitupun sebaliknya.