Abstract :
Petani dan persoalannya masih menjadi isu yang marginal di media berita. Sebelum pandemi Covid-19 petani sebagai kelompok marginal berperan penting dalam ketersediaan bahan pangan belum mendapatkan perhatian khusus media. Di masa pandemi petani menjadi salah satu kelompok masyarakat yang paling terdampak pandemi namun tidak kunjung meningkat pemberitaan seputar petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penyajian berita petani di masa pandemi Covid-19 pada Tribun jabar.id, Kompas.com dan Tempo.co. Penelitian ini menggunakan paradigma post positivis dengan metode analisis isi kualitatif. Konsep-konsep utama yang menjadi kategori dalam penelitian adalah tema berita, jenis berita, nilai berita, narasumber dan nada berita. Hasil penelitian ini menemukan berbagai perbedaan pengemasan berita petani yang tersaji pada ketiga media tersebut. pada media Tribun Jabar.id melakukan peliputan berita petani lebih banyak dibandingkan Kompas.com di urutan kedua dan Tempo.co di urutan ketiga. Hal ini dikarenakan Tribun Jabar merupakan media daerah Jawa Barat merupakan salah satu lumbung tani yang besar di pulau Jawa sehingga kaya akan realitas untuk diliput dikuatkan dengan nilai proximity, sehingga pengemasan berita mengedepankan bencana dan dampak petani. Kompas.com sebagai media arus utama berperan sebagai media informatif dalam penyajian pemberitaan petani mengedepankan kebaharuan mengenai kebijakan dan bantuan pemerintah. Tempo.co dalam mengemas berita petani berperan sebagai kontrol sosial dalam menyajikan berita petani.