Abstract :
Penyalin Cahaya dan Promising Young Woman adalah film yang mengangkat isu pelecehan seksual juga perjuangan untuk mendapat keadilan. Kedua film hadir dari dua negara berbeda yaitu Indonesia dan Amerika Serikat namun mengambil latar yang sama yaitu kasus pelecehan seksual dalam lingkup pendidikan. Dalam perjalanannya terdapat berbagai tindak pembungkaman yang dialami oleh kedua tokoh. Pembungkaman sendiri merupakan fenomena sosial di mana anggota kelompok terpinggirkan diredam/dibungkam dan dibuat tidak jelas sebagai pembicara. Dalam peneltian ini peneliti bertujuan untuk mengetahui komparasi bentuk-bentuk pembungkaman korban pelecehan seksual dalam film Indonesia dan film asing. Penelitian menggunakan paradigma post-positivisme dengan metode analisis isi kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat tiga bentuk pembungkaman yang ditampilkan dalam kedua film yaitu mengejek, kontrol, dan pelecehan. Penyalin Cahaya memiliki 35% adegan pembungkaman, dan 41% adegan pembungkaman untuk film Promising Young Woman. Bentuk pembungkaman utama dalam film Penyalin Cahaya adalah kontrol dengan jumlah 53% sedangkan dalam film Promising Young Woman adalah mengejek dengan jumlah 74%. Indonesia melihat pembungkaman sebagai dampak dari apa yang dilakukan. Sedangkan AS membungkam orang yang bertindak tidak sama dengan mayoritas hal yang ada.