Abstract :
Pembangunan di bidang transportasi mendukung pada bagian sektor lainnya dalam
mewujudkan sasaran pembangunan nasional di seluruh wilayah Indonesia khususnya
perkotaan. Semakin banyaknya pembangunan di suatu daerah, maka akan semakin
banyak pula masyarakat di daerah tersebut serta mobilitas dijalan tersebut tinggi dan
mendorong jumlah volume kendaraan yang semakin tinggi. Seiring meningkatnya
volume kendaraan, menimbulkan banyak permasalahan yang terjadi seperti kemacetan,
kebisingan dan polusi udara. Salah satu lingkungan yang memiliki dampak negatif dari
tingginya volume kendaraan adalah pusat perdagangan jasa yaitu Hotel Savero
Margonda Depok yang berlokasi tepat di akses lalu lintas perkotaan yang sangat padat
kendaraan sehingga menimbulkan kebisingan dan polusi udara yang disebabkan dari
emisi gas buang kendaraan. Pengukuran kebisingan dilakukan dengan menggunakan
alat Sound Level Meter dan perhitungan dengan metode CoRTN. Pengukuran emisi gas
buang dilakukan dengan perhitungan menggunakan rumus empiric. Dari hasil
penelitian, didapatkan tingkat kebisingan di Jalan Margonda Raya 12% lebih tinggi dari
standar baku mutu kebisingan yang diizinkan yaitu (KEP-48/MENLH/11/1996).
Sedangkan untuk emisi gas buang masih berada diambang batas standar baku mutu
emisi gas buang oleh World Health Organization (WHO).