Abstract :
Basic design merupakan tahapan awal dalam mendesain infrastruktur, sedangkan Detail Engineering Design merupakan gambar kerja yang telah melalui proses revisi dan penyesuaian dari kondisi lapangan. Pada dokumen lelang biasanya mengacu pada basic design yang dianggap tidak cukup menggambarkan kondisi secara teknis, sehingga pemenang lelang melakukan perubahan yang mengakibatkan terjadinya penambahan nilai kontrak (KPK, 2023). Namun, Kementerian PUPR mengembangkan inovasi Metode Design and Build yang lebih memperhatikan efisiensi dari segi waktu serta biaya. Proyek Jalan Layang Syekh Muhammad Bin Zayed (MBZ) merupakan salah satu proyek infrastruktur dengan menggunakan Metode Design and Build. Basic Design biasanya dilakukan pada tahap awal dan melibatkan biaya yang lebih rendah serta waktu yang lebih singkat. Di sisi lain, Detail Engineering Design memerlukan biaya yang lebih tinggi dan waktu yang lebih lama karena melibatkan pekerjaan yang lebih terperinci dan analisis yang mendalam. Penulis melakukan analisa perbandingan biaya pada gambar Basic Design dan Detail Engineering Design dengan menggunakan analisis harga satuan pekerjaan sesuai dengan pedoman Kementerian PUPR Nomor 1 Tahun 2022 tentang Pedoman Penyusunan Perkiraan Biaya Pekerjaan Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, dari penelitian penulis menghasilkan biaya Basic Design pada Proyek MBZ yang lebih tinggi 39% dari Biaya Detail Engineering Design