Abstract :
Emerging adulthood merupakan suatu tahap perkembangan individu pada remaja akhir menuju dewasa yang umumnya dimulai saat individu menginjak usia 18-25 tahun. Pada masa ini individu akan mengalami begitu banyak perubahan dan tantangan terkait ekplorasi diri mereka terutama dalam hal pencarian pekerjaan (karir), dan hubungan percintaan. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan penerapan faktor efektivitas komunikasi interpersonal yang dilakukan seseorang pada masa emerging adulthood usia 18-25 tahun di Kawasan urban Jabodetabek dalam aspek identity exploration. Sebab di Kawasan urban, adanya tuntutan profesionalitas yang tinggi dalam pencarian pekerjaan dapat menimbulkan tekanan pada individu. Dan dalam hubungan percintaan, adanya kebiasaan individu dalam hubungan toxic juga dapat menimbulkan permasalahan di masa emerging adulthood terutama pada aspek identity exploration. Penelitian ini penting dilakukan karena dalam masa emerging adulthood terdapat permasalahan-permasalahan yang didapatkan oleh tiap individu dengan kisaran usia 18-25 tahun terutama dalam hal menentukan identitas mereka. Penelitian ini menggunakan teori Coordinated Management of Meaning (CMM) dengan metode deskriptif kualitatif dan melakukan wawancara sebagai teknik pengumpulan data. Temuan pada penelitian ini menunjukan bahwa pada aspek identity exploration, dalam hal karir banyak individu yang mencari ulang pekerjaan yang sesuai dengan dirinya, sedangkan dalam hubungan percintaan terdapat perubahan dari pola komunikasinya.