Abstract :
Citra kawasan merupakan identitas, persepsi dan memori yang melekat bagi
setiap manusia yang pernah mendapatkan pengalaman ruangnya. Dalam
membentuk citra kawasan terdapat lima elemen kota yang perlu diperhatikan
kejelasannya dan penggambarannya. Path merupakan salah satu elemen yang
paling dominan berperan dalam pembentukan citra kota. Jembatan penyebrangan
orang (JPO) merupakan salah satu fokus dari pembahasan penulisan ini yaitu
sebagai objek yang dapat dikategorikan kedalam elemen path (jalur) yang berupa
fasilitas pendukung pedestrian bagi pejalan kaki dengan tujuan memberikan
kemudahan pengguna pedestrian dalam menyebrang. Peran penguasa dalam
membentuk pengalaman ruang kota sangatlah kuat, dengan kekuatan penuh
dalam memegang kendali, ruang kota dapat di rancang sedemikian rupa sebagai
media ekspresi penguasa pada zamannya. Upaya pemerintah periode gubernur
Anies Baswedan dalam menambah kesan dari kawasan Gelora Bung Karno (GBK)
yang bertaraf international ini adalah melakukan revitalisasi besar-besaran pada
kawasan dan jembatan penyebrangan orang (JPO) dengan memiliki wacana
menciptakan pengalaman berbeda yang memicu memori kolektif di kawasan
Gelora Bung Karno. Jembatan ini menjadi viral dan diperbincangkan warga
Jakarta. Dari hal tersebut, penelitian yang menggunakan metode deskritif dengan
pendekatan kualitatif ini berangkat dengan tujuan mengetahui bagaimana peran
desain revitalisasi jembatan penyebrangan orang (JPO) terhadap citra kawasan
Gelora Bung Karno (GBK). Pada penelitian ini membahas bagaimana peran
desain dapat dirasakan dengan tujuan penyampaian wacana yang searah namun
berbeda-beda persepsinya.