Abstract :
Saat ini penyandang disabilitas belum sepenuhnya disertakan dalam dunia kerja karena kurangnya rasa pemahaman dan penerimaan di masyarakat. Untuk melihat adanya penerimaan yang terjadi pada penyandang disabilitas di tempat kerja, penulis menggunakan konsep strategi komunikasi yang dikembangkan melalui komunikasi inklusif. Salah satu unit usaha yang dijadikan subjek penelitian ialah coffee shop bernama Sunyi House of Coffee and Hope. Maka dari itu, penelitian ini beretujuan untuk mengetahui penerapan strategi komunikasi inklusi Sunyi House of Coffee and Hope melalui praktif strategi komunikasi inklusi. Dalam mendapatkan sumber data yang mencakup kebutuhan penulis, penelitian ini menggunakan metode wawancara serta paradigma konstruktivisime. Penulis mendapat 4 Informan diantaranya ada owner, CEO, human resourches, dan pegawai disabilitas Sunyi House. Hasil penelitian menemukan bahwa nilai-nilai inklusi yang diterapkan pada Sunyi House sudah dapat diaplikasikan melalui strategi komunikasi inklusi yang ada. Hal ini berlandaskan dari tiga tahap yaitu, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Dengan adanya pegawai disabilitas di Sunyi House ini, mereka dapat memanfaatkan peluang untuk menyebarluaskan isu disabilitas khususnya teman Tuli. Dalam mencari tahu lebih rinci, terdapat 4 bagian yang bisa di ambil dari konsep komunikasi inklusi, ialah bahasa inklusi, interaksi inklusi, pengambilan keputusan inklusi, dan acara inklusi. Dapat disimpulkan bahwa pihak Sunyi sudah menerapkan strategi komunikasi inklusi dalam memberdayakan penyandang disabilitas, karena selain mendirikan lapangan pekerjaan, mereka juga sudah paham dengan isu disabilitas. Rekomendasi yang diberikan oleh penulis adalah kedepannya seluruh perusahaan dapat menerapkan strategi komunikasi inklusi apabila ingin memberdayakan penyandang disabilitas dalam organisasinya.