Abstract :
Penjadwalan proyek berperan penting dalam memastikan keberhasilan berjalannya proyek konstruksi supaya tidak terjadi keterlambatan. Kasus keterlambatan terjadi pada proyek pembangunan Mitra10 Bintaro. Keterlambatan tersebut dapat diatasi dengan metode percepatan. Pada penelitian ini digunakan metode crash program dengan alternatif percepatan yaitu penambahan tenaga kerja sebanyak 20%, 40%, 60% dan penerapan sistem shift kerja sebanyak 2 shift dalam satu hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai alternatif percepatan yang efektif dan efisien. Terdapat dua analisis yang dilakukan, yaitu pada pekerjaan yang berada di lintasan kritis dan pada seluruh sisa pekerjaan struktur dan arsitektur. Dari hasil analisis yang telah dilakukan, didapatkan hasil dengan durasi tercepat dan biaya yang hemat yaitu pada alternatif penerapan sistem shift kerja sebanyak 2 shift pada seluruh sisa pekerjaan durasi proyek dapat dipercepat menjadi 72 hari dengan total biaya pada seluruh sisa pekerjaan lebih hemat yaitu sebesar Rp62.100.561.644,80 dibandingkan dengan alternatif yang lain. Oleh karena itu, penerapan sistem shift kerja pada seluruh sisa pekerjaan menjadi solusi rencana yang paling efektif dan efisien karena memiliki persentase durasi percepatan proyek yang lebih besar dan memiliki persentase total biaya pembangunan yang lebih hemat.