Abstract :
Kudus adalah sebuah wilayah administrasi, di daerah otonomi Provinsi Jawa Tengah yang memiliki banyak potensi untuk mengembangkan Kabupatennya dengan berbagai aspek ekonomi, budaya dan pariwisata. Namun dengan banyaknya destinasi wisata, perputaran ekonomi dan keunggulan budaya, Kabupaten Kudus belum memaksimalkan pengalikasian atau brand activation dari identitas visual dengan positioning yang kuat untuk mendukung proses City Branding. City Branding didapuk sebagai pemecah masalah untuk sebuah Kabupaten dengan strategi branding atau pembentukan merek dari sebuah Kota agar dikenal oleh target pasar yaitu wisatawan dan investor yang tentunya bermanfaat untuk meningkatkan pemasukan sebuah Kabupaten agar Kabupaten tersebut lebih berkembang. Strategi Branding dinilai efektif karena membuat sebuah identitas kota dengan menyalurkannya ke dalam sebuah visual yang mengandung makna atau pesan seperti slogan, ikon, logo, serta memposisikannya dengan baik dalam beragam jenis wujud media promosi yang dinamakan brand development yang kemudian diterapkan ke dalam pengaktivasi merek. Sebelum melakukan strategi city branding secara mendalam, maka terlebih dahulu membuat identitas visual untuk sebuah kabupaten, hal ini berguna untuk memperkenalkan kabupaten tersebut dalam sebuah citra agar lebih mudah dikenali oleh masyarakat luas. Dalam proses pembuatan citra kota diperlukan identitas inti yang terdiri dari aspek-aspek prinsip nilai, sifat, diferensiasi, visi dan tujuan agar dapat mudah teridentifikasi dan mengklarifikasi identitas merek dengan sendirinya. Hal ini dilakukan untuk menyampaikan identitas kota, latar belakang identitas kota manfaat dari pembuatan identitas kota serta ambisi dari kota tersebut.