Abstract :
Korupsi merupakan tindakan penyalahgunaan wewenang atau jabatan untuk kepentingan
pribadi. Tindakan korupsi dapat merugikan negara maupun masyarakat atas dana yang
telah diselewengkan. Salah satunya pada lembaga filantropi Aksi Cepat Tanggap yang
telah melakukan penyelewengan dana donasi oleh petinggi ACT. Hal tersebut
memungkinkan terjadinya pembingkaian pemberitaan yang berbeda-beda dari berbagai
media. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pembingkaian pemberitaan kasus
penyelewengan dana Aksi Cepat Tanggap pada portal berita online Tempo.co dan
Republika.co.id pada periode Juli 2022 hingga Januari 2023. Pemilihan media Tempo.co
karena memiliki ideologi independen sesuai fakta dan kritis pada isu penyelewengan dana,
sedangkan Republika.co.id karena memiliki ideologi agama Islam sehingga berhubungan
dengan lembaga filantropi ACT yang menganut religi keagamaan Islam. Pendekatan pada
penelitian ini menggunakan kualitatif dengan paradigma konstruktivis. Penelitian ini
menggunakan metode framing model Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki dengan
perangkat struktur sintaksis, skrip, tematik, dan retoris. Hasil pada penelitian ini
menunjukkan bahwa fokus penulisan Tempo.co dan Republika.co.id memiliki perbedaan
pemberitaan yang kontradiktif dalam pembingkaian kasus ACT. Tempo.co membingkai
pemberitaan kasus ACT yang menyudutkan pihak ACT yang bersalah dalam
penyelewengan dana dan mendukung langkah pemerintah dalam menangani kasus
penyelewengan dana. Sedangkan Republika.co.id membingkai yang berupaya bersikap
netral yang dalam mencari jalan tengah dengan memberitakan yang tidak menyudutkan
ataupun memuji pihak ACT. Selain itu, Media Tempo.co dan Republika.co.id membingkai
kasus ACT menekankan penggunaan kata eufemisme yang lebih halus ?penyelewengan?
dari tindakan kasus korupsi dana masyarakat.