Abstract :
Serial drama Extraordinary Attorney Woo merupakan serial drama korea yang mengangkat kisah mengenai kehidupan seorang pengacara penyandang spektrum autisme. Serial drama ini sempat menuai kontroversi di kalangan masyarakat karena penggambaran penyandang autis yang dinilai tidak realistis. Bentuk diskriminasi terjadi dikarenakan masyarakat menganggap bahwa penyandang autis perlu dirawat serta dianggap tidak berguna di kalangan masyarakat. Bentuk-bentuk diskriminasi ini dianalisis berdasarkan bentuk diskriminasi Villines yang terdiri dari Hostile Ableism, Benevolent Ableism, dan Ambivalent Ableism. Adapun tujuan dalam penelitian ini diharapkan dapat mengetahui bagaimana bentuk-bentuk diskriminasi karakter perempuan penyandang spektrum autisme dalam serial drama. Penelitian ini menggunakan paradigma post-positivistik, dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa hampir ¾ (tiga perempat) dari total keseluruhan episode menampilkan adanya bentuk-bentuk diskriminasi, baik dalam bentuk Hostile Ableism, Benevolent Ableism, dan Ambivalent Ableism. Yang mana dari temuan ini dapat mengartikan bahwa bentuk diskriminasi yang digambarkan merupakan upaya sutradara untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa adanya bentuk-bentuk diskriminasi terhadap penyandang spektrum autisme dalam konteks profesi karakter utama sebagai seorang pengacara.