Abstract :
Film Kukira Kau Rumah merupakan suatu film yang mengangkat isu kesehatan mental. Preferred reading film ini adalah ingin menunjukkan lingkungan yang tidak ideal bagi pengidap gangguan kejiwaan guna meningkatkan mental health awareness. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk megetahui pemaknaan pesan kesehatan mental pada film Kukira Kau Rumah oleh khalayak. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode analisis resepsi encoding-decoding Stuart Hall. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam dengan empat informan dan studi pustaka. Peneliti menggunakan kriteria informan laki-laki dan perempuan, rentang usia 18-40 tahun, mengenal pengidap gangguan kejiwaan, dan telah menonton film Kukira Kau Rumah. Hasil penelitian ini informan menghasilkan tiga posisi pemaknaan yang meliputi posisi hegemoni dominan, negosiasi, dan oposisi. Informan dalam posisi hegemoni dominan secara keseluruhan menerima pesan kesehatan mental pada film Kukira Kau Rumah. Informan dalam posisi negosiasi menghasilkan jawaban positif namun berpandangan film ini kurang menampilkan solusi permasalahan. Informan dalam posisi oposisi berpandangan sudah sewajarnya Niskala mendapatkan proteksi lebih dari sekitarnya. Pemaknaan khalayak yang beragam dilandaskan oleh macam-macam faktor yakni frame of references dan field of experience. Saran untuk penelitian selanjutnya diharapkan dapat meneliti permasalahan lain pada film ini seperti bentuk-bentuk manajemen konflik yang tergambar pada tokoh bernama Pram.