Abstract :
Laju pertumbuhan penduduk Kota Tangerang yang diperoleh dari data BPS Kota Tangerang tahun 2020 sampai dengan tahun 2022 menunjukkan bahwa Kota Tangerang memiliki laju pertumbuhan penduduk tertinggi kedua diantara kabupaten/kota di Provinsi Banten, setelah Kabupaten Tangerang. Hal ini juga akan memengaruhi permintaan akan rumah yang semakin meningkat dari tahun ke tahun. Akibatnya, harga tanah akan naik seiring bertambahnya populasi, karena keterbatasan ruang. Bahkan jika kemiskinan tetap ada di kota besar, hal itu juga akan menyebabkan munculnya permukiman kumuh di kota-kota tersebut. Masalah permukiman kumuh merupakan masalah yang merajalela di hampir setiap kota di Indonesia. Salah satu upaya pemerintah untuk mengatasi masalah ini adalah pengadaan rumah susun. Kenyataanya, rusunawa yang seharusnya menjadi solusi peningkatan kualitas permukiman bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), masih belum secara optimal mengatasi isu dan permasalahan tersebut termasuk Rusunawa Gebang Raya. Dengan demikian, kelayakan Rusunawa Gebang Raya perlu dievaluasi berdasarkan konsep livability. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dan analisis Importance Performance Analysis (IPA). Adapun hasil dari penelitian ini menggambarkan bahwa terdapat beberapa sub variabel dari aspek fisik maupun non fisik yang perlu perbaikan dan pemeliharaan kualitasnya. Meskipun begitu, penilaian terhadap infrastuktur Rusunawa Gebang Raya sudah bagus, baik dari persepsi penghuni maupun pengukurannya.