Abstract :
Revitalisasi gedung bersejarah merupakan upaya untuk menjaga warisan budaya dan memperbaharui fungsi serta bentuk fisik bangunan. Skripsi ini bertujuan untuk menganalisis perubahan fungsi dan bentuk Gedung Sarinah setelah mengalami proses revitalisasi. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi visual, dokumentasi, dan wawancara dengan pihak terkait. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi perubahan fungsi dan perubahan bentuk fisik gedung, serta mengevaluasi dampak dari revitalisasi terhadap bangunan dan lingkungannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gedung Sarinah mengalami perubahan fungsi yang signifikan setelah proses revitalisasi. Awalnya berfungsi sebagai pusat perbelanjaan, gedung ini kini menjadi pusat kegiatan budaya dan kreatif. Perubahan ini mencakup penambahan ruang pameran seni, ruang pertunjukan, dan ruang kreatif bagi pelaku industri kreatif. Selain itu, terdapat juga perubahan bentuk fisik gedung seperti pembaruan fasad, penambahan elemen arsitektur modern. Dampak revitalisasi terhadap Gedung Sarinah adalah meningkatnya minat publik dan pengunjung. Gedung ini telah menjadi ikon baru dalam industri kreatif dan budaya di kota tersebut. Namun, perubahan ini juga menimbulkan beberapa tantangan, seperti penyesuaian terhadap perubahan regulasi, pemeliharaan bangunan yang lebih kompleks, dan pengelolaan ruang yang lebih efektif. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memahami proses revitalisasi gedung bersejarah serta implikasinya terhadap perubahan fungsi dan bentuk fisik. Hasil penelitian ini dapat menjadi sumber informasi bagi pemerintah, pengembang, dan pihak terkait lainnya dalam merencanakan dan melaksanakan revitalisasi gedung bersejarah di masa mendatang.