Abstract :
Representasi perempuan dalam produk jurnalistik biasanya ditampilkan dalam stereotip tertentu akibat konsekuensi adanya budaya dominan ideologi patriarki. Penelitian ini mencoba menggambarkan pemaknaan pembingkaian sosok Putri Candrawati (PC) sebagai female offender dalam kasus berita pembunuhan brigadir Joshua di Poskota.id oleh pembaca perempuan. Penting dan menarik melihat pembingkaian dan pemaknaan female offender dengan menggunakan metode framing dan analisis resepsi. Tujuannya agar diketahui apakah peran media sebagai pembentuk persepsi publik melalui pembingkaian isu selaras dengan pemaknaan kalangan pembacanya. Untuk itu digunakan teori resepsi, framing, konsep female offender dan berita kriminal sebagai pisau analisisnya. Sementara 10 berita pembunuhan Brigadir Joshua yang menampilkan PC, dianalisis dengan metode framing Pan & Kosicki untuk memperoleh prefered reading yakni sosok PC digambarkan sebagai obyek seksual. Artinya, perempuan sebagai pelaku kejahatan memperoleh perlakuan kekerasan simbolik dengan munculnya labeling. Selanjutnya, lima perempuan pembaca poskota.id sebagai informan diminta memaknai prefered reading tersebut. Temuan penelitian ini menggambarkan terdapat masing - masing tiga pembaca dengan posisi negosiasi, satu dominan hegemoni serta satu pembaca dengan posisi oposisi. Hasil penelitian ini mengkonfirmasi pembingkaian female offender pada sosok PC oleh Poskota.id yang dikemas sebagai berita kriminal yang bias gender dimaknai cenderung selaras dengan pemaknaan kalangan perempuan sebagai pembacanya.