Abstract :
Popularitas media sosial TikTok yang kini terus meningkat membuat media ini menjadi media dengan rata-rata pengguna terbanyak setiap harinya. TikTok semakin diminati karena dapat menjangkau audiens dalam waktu yang cepat melalui video. Melihat hal tersebut, saat ini marak konten video klarifikasi TikTok yang dipergunakan sebagai alat untuk menyampaikan fakta dan memperbaiki reputasi yang terdampak oleh rumor negatif. Jangkauan TikTok yang luas dan global membuat penyebaran informasi menjadi lebih efektif. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui bagaimana cara pengemasan konten video klarifikasi TikTok figur publik sebagai medium peredam sentimen negatif. Teori utama dalam penelitian ini adalah teori determinisme teknologi dengan konsep konflik komunikasi, karena penelitian ini mengangkat isu di kalangan figur publik. Metode yang digunakan adalah analisis isi kualitatif dengan paradigma post positivisme. Hasil penelitian tersebut menunjukan bahwa narasumber dalam penelitian ini adalah narasumber individual, karena fokus penelitian pada konten klarifikasi public figure. Tema konten yang paling banyak digunakan adalah tema mengoreksi sumber yang tidak dipercaya atau keliru, karena tema tersebut bermanfaat dalam meluruskan kekeliruan serta salah paham akibat berita hoaks ataupun informasi yang tidak tepat. Fungsi yang paling banyak digunakan yaitu menjawab keresahan masyarakat atau publik, karena fungsi ini sangat efektif dalam memberikan jawaban terhadap rasa penasaran dan kecemasan publik akibat rumor yang beredar. Konten klarifikasi lebih dominan mendapatkan respon positif dari audiens dibandingkan dengan respon negatif.