Abstract :
Film Sejuta Sayang Untuknya merupakan salah satu dari film Indonesia dan film Miracle in Cell No 7. salah satu film Korea Selatan yang mengangkat tema Fatherhood melalui karakter ayah dalam relasi dengan anaknya. Dalam film tersebut, penggambaran Fatherhood pada dua tokoh ayah melalui (Aktor Sagala dan Lee Yong Go) ditunjukkan melalui kondisi ayah single parent yang memiliki relasi dengan anak perempuannya. Budaya patriaki menjadi latar belakang penelitian dengan film sebagai medium penyampai pesan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang mememungkinkan untuk menginterpretasikan dan menjelaskan fenomena secara utuh dengan menggunakan kata- kata, tanpa bergantung dengan sebuah angka. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk Fatherhood yang ditampilkan dalam film Sejuta Sayang Untuknya dan Miracle in Cell No.7 dapat memenuhi enam bentuk Fatherhood dengan jumlah dominan yang berbeda. Pertama, dalam kategori bentuk Material and financial contribution, Kedua, untuk kategori bentuk caregiving, Ketiga, pada bentuk kategori children social competence and academic achievement Keempat, bentuk cooperative parenting. Kemudian digambarkan bahwa ayah dari kalangan bawah dan memiliki keterbatasan mental dapat melakukan peran Fatherhood pada anaknya. Sehingga diharapkan kalangan ayah dapat menjalankan peran Fatherhood dalam relasinya dengan anak mereka.