Abstract :
Isu narkoba merupakan permasalahan sosial yang penting dan marak terjadi di kota
metropolitan di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Permasalahan sosial ini dapat diangkat
dalam film sebagai salah satu medium yang efektif untuk menggambarkan kisah dan
pengalaman terkait dengan peredaran narkoba, serta memberikan pesan edukatif kepada
penonton. Realitas peredaran narkoba dapat dimaknai secara berbeda oleh masyarakat
asli Jakarta dan perantau. Perbedaan pemaknaan ini bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor
seperti latar belakang budaya, pengalaman hidup, nilai-nilai, dan perspektif individu. Film
Jakarta Vs Everybody merupakan film yang mengangkat isu peredaran narkoba. Preferred
reading film ini yaitu bertujuan untuk memberikan edukasi dan pemahaman kepada
khalayak luas mengenai narkoba. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif
dengan menggunakan metode analisis resepsi encoding-decoding Stuart Hall. Teknik
pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu wawancara mendalam
dengan empat informan dan studi pustaka. Peneliti menggunakan kriteria informan laki-
laki dan perempuan, remaja dengan rentang usia 18-25 tahun, perantau dari luar daerah
dan menetap di kawasan Jakarta, dan telah menonton film Jakarta Vs Everybody.
Penelitian ini mengguanakan empat orang informan dan menghasilkan tiga posisi
pemaknaan yaitu dua informan berada di posisi dominan, satu informan di posisi oposisi,
dan satu informan di posisi negosiasi. Faktor kontekstual yang paling mempengaruhi
proses pemaknaan yaitu latar belakang budaya informan. Hal ini dapat dilihat melalui
penjelasan yang diberikan oleh informan yang berasal dari Padang, dan informan yang
berasal dari Kalimantan Timur. Di mana nilai-nilai budaya dan keyakinan membentuk
perspektif individu terhadap realitas sosial, termasuk dalam pemaknaan isu-isu yang
kompleks seperti isu peredaran narkoba.