Abstract :
Pemberitaan isu politik sangat diminati oleh masyarakat ini dikarenakan berhubungan
langsung dengan sebuah kebijakan hukum dan pengambilan keputusan di suatu negara.
Namun akhir-akhir ini pemberitaan politik luar negeri juga cukup menyita perhatian publik
yaitu pemberitaan ?kunjungan Damai Presiden Joko Widodo ke Rusia_Ukraina. Isu ini
sangat menarik untuk dibahas dalam rangka meneliti bagaimana media menuliskan
pemberitaan yang cukup menyita perhatian dunia terkait memanasnya konflik RusiaUkraina. Pemberitaan ini difokuskan pada pemberitaan media Kompas.com dan
CNNindonesia.com priode juni dan juli 2022. Penelitian ini menggunakan paradigma
positivis dengan metode analisis isi kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa
Kompas.com sebagai pelopor perubahan media pemberitaan di Indonesia dari cetak
menjadi portal berita online. Peneliti disi meneliti isi pemberitaan tersebut dari 150 konten
berita, yang terbagi menjadi 100 berita dari kompas.com sedangkan 50 berita dari
CNNindonesia.com. Peneliti disini menemukan bahwa kompa.com dan
CNNindonesia.com merupakan media yang cukup besar di Indonesia dalam layanan
pemberitaan online, namun peneliti memilih ke 2 media tersebut karena keduanya
memang memiliki rubrikasi khusus pemberitaan politik luar negeri. Lalu masalah latar
belakang dari kedua media tersebut yang membuat peneliti tertarik dengan media tersebut.
kompas yang merupakan media nasional yang cukup besar di Indonesia dan
CNNindonesia yang merupakan media multinasional dari Amerika serikat, bagaiman
kedua media tersebut menyajikan pembertaan terkait ?Kunjungan Presiden Joko Widodo
Ke Rusia dan Ukraina?. Dalam penelitian ini peneliti menemukan bahwa dari segi
kuantitas kompas.com lebih unggul dalam memberitakan ?Kunjungan Damai Presiden
Joko Widodo Ke Rusia dan Ukraina ? yaitu dengan 100 berita sedangkan CNNindonesia
dengan menyedikan 50 berita. Kompas.com banyak menuliskan berita berupa Straight
News sedangkan CNNindonesia.com lebih banyak merangkum beberapa berita sehingga
penyajiann beritanya berupa Interpretative news.