Abstract :
Tangerang merupakan salah satu saksi sejarah masuk, terbentuk dan berkembangnya
masyarakat Cina di pulau Jawa, diperkirakan mulai pada abad ke 17. Kota Tangerang
memiliki satu komunitas warga Tionghoa yang disebut dengan ?Cina Benteng?.
Masyarakat Cina Benteng merupakan Cina peranakan yang sudah berakulturasi dan
beradaptasi dengan lingkungan dan kebudayaan lokal. percampuran budaya atau
akulturasi antara budaya Cina dengan budaya pribumi yang menghasilkan budaya baru.
Dilihat dari hunian peninggalan Cina Benteng yaitu adalah Rumah Kebaya Cina Benteng.
Rumah Kebaya Cina Benteng merupakan salah satu Rumah adat kelompok masyarakat
Etnis Tionghoa, yang sangat dipengaruhi oleh Arsitektur Betawi. Seiring dengan
perkembangannya zaman Rumah Kebaya Cina Benteng ini mengalami adaptasi yang
diantaranya adalah sebuah transformasi bentuk bangunan, pola ruang, fungsi dan
ornamennya. Disisi lain, adaptasi tersebut tidak lepas dari Arsitektur Betawi yaitu Rumah
Kebaya Betawi. peneliti akan menggunakan tinjauan pustaka tentang Arsitektur Betawi
dan Arsitektur China untuk mengetahui bagaimana adaptasi Arsitektur Cina pada Rumah
Kebaya Betawi dilihat dari Pola Ruang, Bentuk, Fungsi, dan Ornamen. Peneliti akan
mencocokan tinjauan pustaka dengan Rumah Kebaya Cina Benteng yang berada di
Panongan dan Legok dengan cara menganalisis hasil observasi, sehingga dapat
ditemukan kesimpulan bahwa Rumah Kebaya Cina Benteng masih memiliki beberapa
persamaan pada Rumah Kebaya Betawi.