DETAIL DOCUMENT
KAJIAN RISIKO BENCANA BANJIR TERHADAP KAWASAN PERMUKIMAN DAN LAHAN PERTANIAN DI SEBAGIAN SUB DAS PROGO HILIR DAN SUB DAS NAGUNG KECAMATAN PANJATAN KABUPATEN KULON PROGO DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Total View This Week0
Institusion
Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta
Author
Ruswanti, Mia
Subject
TD Environmental technology. Sanitary engineering 
Datestamp
2016-12-29 04:11:51 
Abstract :
Intisari Banjir merupakan bencana rutinan yang terjadi di Kecamatan Panjatan, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Banjir yang ada di Kecamatan Panjatan terjadi pada kawasan permukiman dan lahan pertanian sehingga menimbulkan berbagai kerugian yang cukup besar bagi masyarakat sekitar. Adanya banjir dapat terprediksi sehingga upaya untuk meminimalkan banjir dapat dilakukan dalam berbagai cara salahsatunya adalah penelitian mengenai risiko bencana banjir. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui tingkat risiko banjir terhadap kawasan permukiman dan lahan pertanian serta guna mengetahui arahan pengelolaan yang baik dan tepat dilakukan dalam menanggulangi bencana banjir yang terjadi. Metode Penelitian yang digunakan adalah Observasi lapangan/ survey, Pemetaan dan Overlay, Scoring, Wawancara dan analisis spasial. Parameter yang digunakan pada penelitian ini terdiri dari tiga komponen yakni tingkat ancaman banjir, tingkat kerentanan banjir dan tingkat kapasitas banjir sehingga dari tiga komponen tersebut dapat diketahui tingkat risiko bencana banjir. Berdasarkan hasil penelitian yang mengacu pada Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana no 2 tahun 2012 tentang Pedoman Umum Pengkajian Risiko Bencana, kawasan permukiman memiliki tiga kelas risiko banjir. Luas kawasan permukiman yang berisiko tinggi 1 Ha; berisiko sedang 11 Ha; berisiko rendah 7 Ha. Lahan pertanian yang meliputi sawah irigasi, tegalan dan kebun campuran juga memiliki tiga kelas risiko banjir. Luas lahan pertanian yang berisiko tinggi 53 Ha; berisiko sedang 941 Ha; berisiko rendah 539 Ha. Adapun arahan pengelolaan yang dapat dilakukan guna mengurangi risiko bencana banjir dapat dilakukan dengan pendekatan teknologi berupa pembuatan river side polder, pembuatan tanggul, pembuatan sumur resapan dan normalisasi sungai; pendekatan vegetatif berupa penanaman pohon yang memiliki sifat tahan terhadap adanya banjir, contohnya bambu, pohon jati, pohon mahoni dan pohon angsana; pendekatan sosial berupa pengadaan sosialisasi dan pengadaan pendidikan kebencanaan; pendekatan institusi berupa meningkatkan koordinasi antara instansi-instansi yang terkait dengan penanggulangan bencana. Kata Kunci : Kajian Risiko, Bencana Banjir, Lahan Pertanian, Kawasan Permukiman. 
Institution Info

Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta