DETAIL DOCUMENT
KERJASAMA MILITER RUSIA – CINA DI KAWASAN ASIA TIMUR TAHUN 2012- 2016
Total View This Week0
Institusion
Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta
Author
HAPSARI, PATRICIA
Subject
H Social Sciences (General) 
Datestamp
2017-01-03 04:10:03 
Abstract :
ABSTRAK Setelah terpilihnya Vladimir Putin sebagai Presiden Rusia, ia menjalankan pola keseimbangan antara Barat dan Timur. Namun pada kenyataannya Rusia akhirnya lebih condong ke Timur karena menganggap Barat bukanlah mitra yang dapat dipercaya. Selanjutnya Putin melancarkan strategi ?pivot to Asia?, di mana fokus utama dari pemerintahan Putin adalah wilayah Asia. Sehubungan dengan hal itu, Rusia mulai menjalin hubungan dengan negara-negara di kawasan Asia dan juga mencoba memperbaiki hubungan yang tidak harmonis dengan beberapa negara di Asia seperti Cina dan Jepang. Meskipun strategi tersebut mengalami hambatan-hambatan, tapi hingga kini Rusia masih memfokuskan perhatiannya pada Asia terutama dengan Cina dalam kerjasama ekonomi dan militer. Kerjasama Rusia dan Cina didorong oleh faktor-faktor persamaan pandangan dan juga kepentingan timbal balik kedua negara. Tujuan dari kerjasama ini adalah suatu bentuk dari eksternal balancing yang disebabkan oleh adanya kekuatan Amerika Serikat di kawasan Asia Timur. Hal ini dilakukan untuk mengimbangi rencana peningkatan kekuatan maritim Amerika Serikat di kawasan Asia Pasifik yaitu melalui pengadaan latihan militer bersama Rusia ? Cina yang digelar sejak tahun 2012 hingga 2016. Kata kunci : Rusia, Cina, Militer, External Balancing, Asia Tim 
Institution Info

Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta