Abstract :
Pada era modern ini website mempunyai peranan yang sangat penting bagi sebuah
perusahaan. Informasi profil institusi, kegiatan perkantoran, bahkan proses jual beli kini
dapat dilakukan melalui sebuah website. Kebutuhan akses daring yang semakin tinggi,
membuat perusahaan dituntut untuk menyediakan website dengan tingkat ketersediaan
tinggi (high availability). Sistem komputasi terdistribusi menjadi suatu kebutuhan dalam
implementasi aplikasi web saat ini. Efisiensi penggunaan sumber daya perangkat keras
dan tingginya pengguna aplikasi web menjadi pendorong implementasi sistem ini di
arsitektur-arsitektur aplikasi web sekarang, namun kompleksnya penggunaan, dan
perancangan sistem ini menjadi penghalang implementasinya.
Untuk menyediakan website dengan tingkat ketersediaan tinggi adalah dengan
menyediakan environment yang memiliki redundansi tinggi. Teknologi virtualisasi
container menjadi solusi untuk menjalankan sistem terdistribusi yang mudah dijalankan,
dikonfigurasi dan mempunyai skalabilitas tinggi. Ditambah banyaknya alat-alat
menjalankan container pada sistem terdistribusi, menjawab masalah kompleksitas
implementasi sistem terdistribusi pada aplikasi web. Dengan Docker Swarm
memungkinkan membangun kelompok sistem kooperatif yang dapat memberikan
redundansi jika satu atau lebih node gagal. Docker Swarm menyediakan penyeimbangan
beban kerja untuk Container. Ini menetapkan Container ke node yang mendasarinya dan
mengoptimalkan sumber daya dengan secara otomatis menjadwalkan beban kerja
Container untuk dijalankan pada host yang paling sesuai dengan sumber daya yang
memadai
Hasil implementasi yang dilakukan dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa
Docker Swarm cluster dapat dikatakan memiliki tingkat ketersedian yang tinggi. Server
dapat mentolerir kegagalan pada 1 node dengan rata-rata waktu recovery yang
dibutuhkan client untuk dapat melanjutkan transaksi adalah 0.16 detik.
Kata kunci: Docker, Swarm, Highavailability