Abstract :
Konektivitas jaringan sudah menjadi kebutuhan bagi semua orang, termasuk
untuk perusahaan. Begitu juga dengan PT. Kereta Api Indonesia (Persero)Daerah
Operasi 7 Madiun, terutama stasiun yang langsung berhadapan dengan pelanggan.
Stasiun Jombang merupakan stasiun besar di Daerah Operasi 7 Madiun.Melayani
banyak pelanggan, dituntut agar pelayanan ticketing-nya andal. Penggunaan
infrastruktur jaringan yang baik tidak menjamin jaringan akan andal. Karena masih
ada faktor eksternal yang mempengaruhi yaitu dari sisi Internet Service Provider
(ISP). Sehingga untuk menaggulangi jika terjadi gangguna pada ISP, perlu
disediakan backup jaringa dari ISP lain.
Walaupun dipasang 2 ISP, selanjutnya adalah bagaimana cara 2 ISP agar
bisa berjalan dan secara otomatis mem-backup jika salah satu ISP down.
Permasalahan di stasiun jombang adalah jika terjadi down di ISP utama,
perpindahan ke ISP cadangan masih secara manual. Sehingga diperlukan metode
agar perpindahannya secara otomatis. Metode ini adalah load balancing dan
failover. Pada penerapannya, digunakan routing protocol BGP untuk mendapatkan
load balance dan failover menggunakan router juniper antar ISP dan antar stasiun
ke stasiun caruban.
Dari hasil penelitian, diperoleh hasil dengan penerapan load balancing dan
failover di stasiun jombang. Trafik jaringan di stasiun jombang sudah terbagi
dengan load balancing, dan jaringan ter-backup secara otomatis antar ISP ataupun
antar stasiun.
Kata kunci: BGP, failover, juniper, load balancing